Oleh: DENI | Maret 23, 2008

Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara agraris terbesar di dunia. Berbekal kekayaan alam yang melimpah, Indonesia amat kaya akan hasil pertanian. Ditambah Indonesia beriklim tropis dan dilewati oleh garis khatulistiwa. Pada era pemerintahan Soeharto pada tahun 1980-an, Indinesia resmi menjadi negara swasembada pangan. Bahkan negri kita tercinta ini beberapa kali mengirim bantuan pangan kepada negara-negara tetangga yang saat itu sedang mengalami konflik, seperti Thailand dan Vietnam.

Namun, ketergantungan masyarakat Indonesia pada beras sebagai makanan pokok mulai mengkhawatirkan. Untuk itu, pemerintah yang saat itu dikepalai Soeharto sebagai presiden mulai menggalakkan program diversifikasi pangan. hal ini ditujukan untuk memberdayakan hasil pertanian lain seperti kentang, jagung, sagu, terigu, sukun dan lainnya sebagai makanan pokok. Namun pada kenyatannnya masyarakat Indonesia belum sepenuhnya sadar akan pentingnya masalah ini. Akibatnya, kini Indonesia yang dulu menjadi negara swasembada pangan justru merangkap sebagai negara pengimpor pangan. Ironisnya lagi, Negara Vietnam yang dulu mengimpor beras dan bahan pangan lainnya dari negara kita, kini justru menjadi pengekspor bahan pangan ke Indonesia. Program diversifikasi pangan yang sudah lebih dari 20 tahun di gembar-gemborkan seolah tak pernah ada.

Di dalam tulisan ini kami membahas mengenai salah satu hasil pertanian, yaitu sukun. Selama ini di beberapa daerah sukun telah dijadikan bahan makanan sehari-hari, tapi keberadaannya belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia sendiri. Sukun adalah salah satu contoh potensi yang belum diberdayakan oleh masyarakat Indonesia. Terlebih lagi sukun dapat digunakan sebagai senjata untuk diversifikasi pangan di negara kita. Kami berharap, melalui tulisan ini kami dapat menyampaikan segala hal yang berhubungan dengan sukun. Dan semoga di kemudian hari keberadaan sukun sebagai potensi pangan yang bermanfaat lebih diperhitungkan lagi.

Oleh: DENI | Maret 12, 2008

Lagi Lagi… Benar…

Judul di atas nampak datar dan biasa..

tapi bukan masalah judul yang ku pentingkan, melainkan isi dari maksud aku menulis tulisan ini.

Mungkin sudah lumrah, atau anak sekarang sering menyebutnya dengan”basi!”, tapi apa yang kualami, bagiku pribadi merupakan suatu sinyal bahwa perkataan orang tua harus benar-benar di dengar..

Ini bukan kisah Titanic yang karam karena sang kapten tidak menghiraukan perkataan awaknya yang memberitahukan bahwa ada gunung es tak jauh dari kapal, juga bukan cerita film transformers dimana ada anak muda mengatakan kalau robot yang ditemukan bernama megatron dan ia mengancam keselamatan bumi, tapi perkataannya tak didengar para tentara bumi..

Ini kisah yang ringan di telinga tapi amat berat artinya bagiku yang mengalami..

suatu siang yang terik aku hendak pergi keluar rumah untuk bermain, ibuke menangkap basah aku yang keluar rumah untuk bolos tidur siang..

Ia berkata,”Den, mau kemana??”

“Mau main Ma..” balasku

“Bawa payung, nanti hujan, kan lagi musimnya..”

Aku agak heran mengingat siang itu amat terik dan menyengat walau memang sedang musim hujan. Aku mengatakan akan membawa payung tapi faktanya berkebalikan..

dan apa yang kualami?? tak lama hujan turun deras saat aku di tengah jalan..

esoknya aku demam ringan dan pilek..

agak konyol memang, tapi bila ada di antara teman-teman yang mengalaminya langsung, saya jamin teman-teman akan terdiam di tengah tawa adik anda di teras rumah saat anda pulang dalam keadaan basah.

Begitu juga dengan Blog ini, beberapa bulan lalu ayah saya menganjurkan untuk membuatnya. Dan berbekal pengalaman barusan, saya membuatnya.

Ternyata, dosen mata kuliah Pemrograman Komputer di Kampusku memberikan tugas pertama yang nilai bobotnya cukup tinggi. Tentu teman-tem,an sekalian sudah tahu tugas apa itu..

Ya! Benar! Tugas membuat blog dan mengurusnya secara rutin!!

Saat menyelesaikan tulisan ini, aku sedang tersenyum kecil di pojok di dalam suatu warnet tak jauh dari tempat kosku..

“pengalaman adalah guru yang terbaik”

Oleh: DENI | November 11, 2007

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori